Catatan Workshop Yuk Nulis!: Bu Kost Membagi Hati
Bangunan Belanda yang bernama Museum Bank Mandiri baru pertama kali aku tapaki, setelah membubuhkan tandatangan pada buku tamu, aku menaiki tangga menuju lantai satu yang merupakan lobby utama bangunan yang dahulunya dipakai tempat transaksi perbankan para pejabat dan pengusaha jaman kompeni Belanda.
Seorang panitia yang berada di meja informasi memberitahu letak ruangan tempat workshop Yuk Nulis sedang berlangsung. Pintu berkayu jati aku buka, tampak layar projektor menampilkan logo Yuk Nulis! lengkap dengan alamat weblink. Di bawah layar projektor duduk melingkar sekelompok kecil peserta workshop asyik mendengar Bu Kost mendongeng…upss…bukan mendongeng ya…habis posisinya kayak sedang mendongeng…hehehe…
Workshop bertema “Mengurai benang kusut Ide menjadi Tulisan” memang tepat, karena wajah-wajah peserta nampak kusut terbelit ide…hmm…atau sedang bingung tidak ada ide?! Bu Kost berusaha membantu mengurai masalah yang dihadapi oleh teman-teman peserta Workshop, tentunya masalah seputar menulis.
Tidak terasa waktu berjalan cepat, seorang panitia mengingatkan waktu pemakaian ruangan sudah hampir usai, masalahnya…benang kusut belum terurai semua…tak hilang akal, Bu Kost mengambil inisiatif untuk “memindahkan” tempat workshop ke salah satu sudut dekat stand Yuk Nulis! (tuh…mana ada workshop pindah tempat dan to be continued meski waktu sudah selesai….cuma ada di Yuk Nulis!)
Meski berpindah tempat, peserta workshop tetap antusias menanyakan masalah-masalah yang dihadapi ketika hendak menulis, ada yang menanyakan “saya sudah memiliki kerangka tulisan, lalu bagaimana saya mulai menulisnya”; “saya sedang asyik menulis tapi tiba-tiba banyak gangguan datang, bagaimana mengembalikan ide yang buyar itu”; “saya sudah mempunyai banyak tulisan, tapi kok ngga yakin dengan gaya tulisan saya”; dan lain-lain.
Bu Kost menanggapi dengan berbagai contoh yang pada intinya sudah terurai dalam Buku “Mengurai benang kusut Ide menjadi Tulisan Inspiratif” yang dapat diunduh di blog YukNulis! bahkan dibagikan sebagai materi workshop. Sebenarnya dari semua pertanyaan yang diajukan pada intinya adalah mulailah menulis, tulislah apa yang ingin ditulis, dan ketika ide tersebut sudah teruang dalam tulisan, Bu Kost baru dapat memberikan masukan-masukan positif untuk tulisan yang dibuat.
Diskusi ditutup dengan pernyataan Bu Kost, bahwa setiap peserta ada pe er yang harus dikerjakan yaitu membuat tulisan…ya iyalah…masak bikin kue bolu… Tulisan akan dikomentari Bu Kost pada pertemuan hari kedua.
Diskusi selesai? Ngga juga…diskusi berlanjut dengan topik beragam, dari seputar menulis sampai seputar sekolah rumah sambil menikmati kudapan yang disediakan baik oleh Bu Kost maupun peserta…hehehe…sekali lagi suasana seperti ini kayaknya cuma ada di Yuk Nulis!
Jakarta, 14 Mei 2011
3 Responses to “Catatan Workshop Yuk Nulis!: Bu Kost Membagi Hati”
Comments
Read below or add a comment...






matur tengkiyu mbak Henny… *peluk*
Salam kenal. Barusan saya baca tentang menulis bebas tapi nggak bisa komen (mungkin kesalahan ada di jaringan saya). Izin komen dobel di sini, Bu Henny.
Tulisan ‘Menulis Bebas’ membuka kesadaran saya untuk memulai dengan otak kanan dan menyelesaikan dengan otak kiri. Saya suka bolak-balik, kadang-kadang otak kiri duluan. Tulisan itu jadi masukan buat saya untuk mulai dengan otak kanan.
Tapi saya pikir2, cara di atas belum tuntas nyelesaiin masalah saya. Barangkali Bu Henny bisa bantu: untuk meningkatkan kerja otak kanan perlu lakukan latihan gimana ya? Saya pernah coba free writing, tapi gagal. Pernah juga mind mapping, saya pilih satu kata untuk terus saya kembangin terus. Gagal juga. Kedua cara itu nggak ngasih ide segar buat saya.
Selama ini, dari ngobrollah saya dapat ide (beberapa cerita saya udah dipublish, meskipun masih jelek). Tapi sayangnya ide segar itu cuma datang setahun-dua tahun sekali, hahaha. Padahal, sekali ide segar itu datang, langsung saya sabet dan bisa segera saya ubah jadi tulisan kasar. Jadi, gimana ya cara Bu Henny melejitkan otak kanan? Moga nggak keberatan kasih notifikasi lewat email kalau saya sudah bisa baca jawaban Ibu.
Untuk tulisan Catata Workshop Yuk Nulis ini, terima kasih atas link-linknya Bu. Saya langsung meluncur ke sana juga.
Halo mas agusjay, terima kasih untuk komentarnya. Jika diminta bagaimana melatih otak kanan mungkin setiap orang berbeda-beda, namun demikian mas agusjay sudah mengetahui bahwa prinsip kerja otak kanan adalah tidak terstruktur, dll. Kebetulan saya ada link http://jiwaku931.blogspot.com/2011/08/8-cara-menggunakan-otak-kanan.html – semoga membantu dan salam kenal