6 Responses to “Apakah Kita “Enjoy” Menjadi Orangtua?”

Comments

Read below or add a comment...

  1. hmmmmmmmm rasanya anakku jg calon anak tunggal.
    makasih sudah ingetin jadi bisa persiapan :)

  2. Cecilia Em

    Tapi ingat tdk semua rencana kita itu terbaik dan bisa kita jalankan dgn baik loh……

  3. @Cecilia: benar sekali, namun sebuah rencana adalah lebih baik jika dibandingkan dengan orangtua yang menganut pola asuh “air mengalir” untuk anak-anak mereka.
    Do the best and let God do the rest.

    Salam hangat,

    Henny

  4. Sep…sep…yang penting tetap memegang komitmen sebagai orangtua… :D

  5. Mba Henny, kita sebetulnya belajar dari anak, segala sesuatunya kita mesti mengenali, dan memahami semua fenomena yang terjadi dengan kehidupan anak, dari mulai dia lahir sampai dia mejadi dewasa. Menjadi orang tua tidka pernah ada sekolahannya… oleh karena itu, kita harus mengetahui hakekat daripada orang tua, karena tanpa anak maka kita sebenarnya bukanlah orang tua. dan kita tidak pernah mengetahui apa ilmuanya untuk mengajarkan kepada anak…justru kita yang mendapatkan ilmu pengetahuan dari keberadaan seorang anak….bahkan untuk kita mendidiknya sekalipun tidak ada ilmunya…

  6. Anak adalah anugerah sekaligus titipan..sudah sepantasnyalah para orangtua mengucap syukur atasnya dan menjalani dengan tekun tugas-tugasnya yang suci…

    Letakan dasar-dasar nilai ketuhanan dan moral lalu sujudlah menyembah Tuhan kembali menyerahkan titipanNYA padaNYA, karena hanya sebatas bimbingan dan arahan orangtua memberi selanjutnya doa teiring sepanjang jalan buat sang anak…

    Terima kasih pak…