Perempuan
Orang katakan dia mahluk yang lemah, butuh dilindungi dan dijaga
Sebagian katakan dia mahluk yang indah, enak untuk dipandang
Ada juga yang katakan dia mahluk materialistis, perlu dihindari
Namun bagi perempuan, dirinya adalah pejuang
Berjuang agar dirinya diakui dalam dunia yang terpola paternalis
Berjuang agar pasangannya tetap dapat berdiri tegak menghadapi hidup
Berjuang agar olehnya keturunan keluarga tetap terjaga meski meregang nyawa
Berjuang agar keluarganya tetap sehat dan bahagia meski hatinya hancur
Berjuang sepanjang hayat
April, 2010
Sumber gambar: google images
Catatan:
Ide berdasarkan pengamatan penulis bahwa betapa perempuan mengemban banyak beban yang mengatasnamakan “kodrat perempuan.” Bagi penulis kodrat perempuan hanya 4 yaitu menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Tugas itulah yang tidak dapat digantikan oleh pasangan perempuan yaitu laki-laki. Perempuan dan laki-laki dapat melakukan tugas-tugas lain yang sama kualitasnya.







Benar banget banyak beban. Kadang jd kepikiran kalo ada next life, g mau jd laki-laki aja ah… Soalnya bagian kodrat perempuan mesti dijalanin, bagian laki-laki pun sering masih jadi bagian kita juga

Bukan gak rela sih, cuma kadang klo udah overload, ya jdnya mikir: enak ya jd laki2…
Tp gak nyesal kok jd perempuan. G suka tuh tulisannya, Mba… Jd gak merasa sendiri n ada teman seperjuangan. Ayooo berjuang lagi…hehehe
Halo Angel,
Hehehehe…gemes aja sih, dan berusaha menuangkan hasil permenungan tentang “kodrat” ya hasil puisi yang gaya bahasanya kaku kayak gitu deh…
Thank’s ya Ngel…ayo kita berjuang sama-sama…