8 Responses to “Pemikiran Kartini dan Kodrat Perempuan”

Comments

Read below or add a comment...

  1. bravo kartini…..!!!

  2. @fachmi:
    Terima kasih fachmi, gimana kabarnya Jogja??

  3. Keren … perempuan emang harus belajar untuk bisa melakukan apa saja. Kalo lelaki meski perannya juga banyak, tapi ada hal2 ttt yang nggak bisa dilakukan seperti mengandung dan melahirkan. Perempuan tetap bisa melakukan sebagian besar yang dilakukan lelaki (terutama kalo kepepet).

  4. @Imelda:
    Weleh…bu dokter, terima kasih lho sudah mau kasih komentar ditengah kesibukan di ruang ER.

    hehehehe…kayaknya banyak yang kepepet tuh…

  5. mbaaakkk…
    ayoo… dikirim ke yuk-nulis
    biar kumasukin ke blog yaaa :D

    gw tmasuk yg kepepet ga yaa… wkwkwk

  6. Troeno

    Terima kasih Mbak Henny.
    Kita masih sering menjumpai anggapan bahwa “wanita adalah makhluk lemah.” Istilah sarkastik dalam bahasa Inggris juga menyebut wanita sebagai “the weaker sex.” Dalam kenyataan, kita melihat sendiri bahwa sesungguhnya wanita adalah makhluk yang kuat. Mereka bisa menjalankan peran ganda yang tak bisa dijalankan oleh pria. Maka tepatlah apabila “surga terletak di bawah telapak kaki ibu.”

  7. @Mas Troeno:
    Masyarakat timur sudah terlanjur memberikan banyak beban dipundak kaum perempuan dengan mengatasnamakan “kodrat.” Saya sendiri salut dengan kaum saya yang mau mengambil komitmen untuk menjalaninya.

    Terima kasih mas Troeno untuk komentar dan kunjungannya.

    Salam damai,

    Henny L

Leave A Comment...

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.