4 Responses to “Menulis dengan Suka Cita”

Comments

Read below or add a comment...

  1. writing mania

    memang mbak, kalau kita menulis dengan kondisi mood baik lebih mudah dalam arti kayaknya diotak itu mengalir begitu aja. cuma, memang kalau kondisi lagi bad mood pun, saya kadang bisa kok menuangkan ke-bad mood-an saya….

    salam kenal

    WM (writing mania)

  2. halo writing mania,
    memang kalau kita sudah merasakan bahwa menulis adalah bagian dari hidup kita, maka kondisi apapun kita pasti bisa menuangkan sebuah tulisan.

    salam hangat

    Henny

  3. Menulis dengan suka cita… hmmmm… mungkin saya menterjemahkannya menulis dengan tidak rasa terpaksa. Dan memang minat ini menulis dengan suka cita ini tidak dimiliki semua orang walaupun sebenarnya setiap orang mampu menulis (tapi terpaksa hehehe…) Untuk yang bersukacita mungkin tangannya sudah gatal kalau tidak membuat kreasi pada hari tersebut :)
    Aku tunggu bukunya ya :)

  4. Yep, memang itu yang saya maksud Fem. Banyak orang menulis terpaksa karena….(titik-titiknya dapat diisi berbagai alasan), tapi sedikit yang menulis dengan tidak terpaksa itupun karena….(hanya satu alasannya, karena pengen menulis)
    Menerbitkan buku, hmm…itu agendanya masih ngarep dot com, he…he…maksudku masih rencana jangka panjang.

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.