Menulis Bebas
Sepanjang dua minggu ini kepikiran hutang dengan teman-teman yang masih menunggu tips tentang menulis yang sudah saya janjikan, ya janji merupakan salah satu motivasi saya agar tetap menulis. Ok, mungkin teman-teman sudah sering membaca tentang tips menulis yang mengatakan bahwa menulis itu mudah bahkan penulis terkenal seperti Mas Wendo mengatakan “Menulis itu Gampang”
Masalahnya segampang apa? Bisa sih kita menulis, cuma apa yang mau kita tuliskan, saya ada ide cuma gimana cara menuangkan dalam tulisan? Ada lagi yang bertanya, gimana caranya mendatangkan ide terus menerus. Pernah mendengar atau membaca tentang Mind Mapping, atau Otak Kanan Otak Kiri? Pertanyaan diatas bisa dijawab dengan menggunakan dasar pemikiran kedua teori tersebut. Jangan pusing dulu dong, sebentar saya jelaskan.
Begini, intinya Mind Mapping dan Otak Kanan Otak Kiri adalah sama, yaitu kita kembali mengasah naluri kita. Artinya kita menggunakan spontanitas yang sebenarnya sudah ada dalam diri kita itu adalah dasar kerja dari otak kanan. Contoh dari spontanitas:
1. saya paling suka belanja ke toko buku di kepala saya sudah mendaftar buku-buku apa saja yang akan saya beli, tapi ketika sudah berada di toko buku saya melihat-lihat ada beberapa buku baru yang didiskon 25% dan setelah saya melihat sekilas ada judul yang kelihatannya menarik, secara spontan saya berpikir hmm…HARUS BELI nih…
2. ketika kita masuk ke sebuah restoran siap saji, kita sudah siap akan membeli beberapa makanan yang biasanya tersaji, tapi hari itu ada produk makanan baru dan sedang promo, maka seketika kita bisa memesan produk makanan baru tersebut.
3. saya pernah dijalan tiba-tiba selang karet di tabung air radiator lepas, saat itu saya berada dalam perjalanan jauh dari bengkel atau bengkel pinggir jalan pun tidak, ya spontan otak kanan memerintahkan untuk mencari karet gelang atau tali rafia atau kawat, yang saya dapat hanya sebuah karet gelang. Masalah selang dapat teratasi sementara dengan mengikatkan karet gelang.
Sebenarnya hampir seluruh kehidupan kita selalu dikendalikan oleh kerja otak kanan kita yang spontan dan kreatif. Demikian pula dengan MENULIS. Teman-teman bisa membaca tulisan saya yang berjudul Pertaruhan Iman, Asa, Sumber Hidup, Memaknai Hidup, dan masih banyak yang lain merupakan hasil kerja spontan otak kanan. Ketika sahabat saya masih menelepon, di kepala saya langsung terbersit ide untuk menuliskan apa yang kami percakapkan tersebut, setelah sambungan telepon berakhir langsung saya menulis hasilnya tulisan dengan judul Pertaruhan Iman.
Jadi ketika ide itu datang, segera ambil alat tulis atau apa saja yang bisa digunakan untuk mencoret-coret ide atau pemikiran yang berkeliaran di dalam kepala kita. Tulisankan saja apa yang ingin ditulis sampai selesai, kalau belum selesai juga, ya tulis terus sampai akhirnya otak kita menyuruh kita berhenti. Setelah itu coba kita baca kembali tulisan-tulisan kita, nah ini saatnya kita memakai otak kiri kita yang dikenal dengan cara kerjanya yang sistematis dan teratur. Seketika kita pasti akan melihat, bahwa paragraf pertama kok ngga nyambung ya dengan paragraf kedua, kok kalimat ini ngga seperti yang aku maksud, dan seterusnya. Gampang kan?!
Saya ingatkan kembali bahwa menulis bebas atau menulis apapun, lakukan 2 tahap ini:
1. Tahap pertama : Menulis dengan Otak Kanan, hasilnya biasanya kita sebut dengan draft.
2. Tahap kedua : Menggunakan Otak Kiri untuk membaca kembali dan merevisi hasil tulisan kita.
Sekarang waktunya teman-teman yang udah kepengen banget nulis, coba mempraktekan karena menulis bukanlah sebuah keahlian namun sebuah ketrampilan, artinya apa? Menulis itu harus dilakukan, dipraktekan, dilatih terus menerus sehingga kita trampil menuangkan pemikiran kita, mengolah kata dan kalimat, dan seterusnya. Apa saya sudah terampil menulis, jawabnya belum, saya masih merasa harus banyak belajar dan berlatih terus menerus. Nah, teman-teman mulailah menulis, SEKARANG!
Semoga bermanfaat.
sumber gambar: google









Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
that I have really enjoyed reading your posts. In any case
I’ll be subscribing to your blog and I hope you write again soon!
Hi Lacy,
Thank’s for your comment and support. Hmm…translate tool it works.
Terima kasih tips-nya mba.. saya baru ngerti yg namanya “mind mapping”..
quote: “Jadi ketika ide itu datang, segera ambil alat tulis atau apa saja yang bisa digunakan untuk mencoret-coret ide atau pemikiran yang berkeliaran di dalam kepala kita.”
nah itu yg sering saya alami.. krn ga sempat catat akhirnya lupa dan ide buyar…
Terima kasih sudah diingatkan untuk selalu mencatat..
Ngomong2, ada translate tools ya di wordpress??.. boleh ajarin mba?.. saya juga pake wordpress..
Hi Ressa,
Syukurlah kalau tulisanku bisa menambah semangat Ressa untuk rajin menulis…keep writing ya…
untuk translate tool bisa kamu lihat di layanan google…
Ya betul sekali. Otak kanan dulu, baru otak kiri. otak kanan sangat kreatif, sedangkan otak kiri amat kritis. Keep writing mbak
salam kenal
nilna
Halo Nilna,
Terima kasih untuk komentarnya, ya memang kadang kita tidak menyadari bahwa hampir sebagian besar kegiatan atau perilaku kita sangat dikendalikan oleh cara kerja otak kanan, bahkan untuk problem solving sekalipun. Demikian pula dengan kegiatan menulis, yang dirasakan oleh rekan-rekan sebagai kegiatan yang cukup sulit. Semoga tulisan ini bermanfaat, … and keep writing for you too…
Waaa… bener banget Mba Henny. Karena emang seperti yg mba bilang itu. Biasanya aku nulis dulu acak-acakan, trus sebelum diposting, dibaca lagi berulangkali, memperbaiki letak paragraf-lah, n kalimat dipindah-pindahin supaya nyambung. Baru hari ini tau itu emang kerjasama hebat dr ke-2 belah otak. Btw, thx buat penjelasannya.
Halo Mbak Angel, terima kasih ya sudah kasih komen dan menjenguk blog saya. Ya, syukurlah jika tulisan saya memberikan inspirasi buat teman2 virtual…
Wah, saya ikutan senang membaca postingan ini, menunjukkan bahwa Mbak Henny masih terus bersemangat untuk meningkatkan ketrampilan menulisnya.
Salam sukses selalu,
Fa in PA
Halo mbak Fida,
Waduh…terima kasih nih sudah berkunjungannya, dan dukungannya.
Salam hangat dan sukses juga untuk mbak Fida,
Henny