<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Aku Orang Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/</link>
	<description>menyikapi dan menjalani kehidupan dengan bijak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Mar 2012 14:54:47 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
	<item>
		<title>By: Henny</title>
		<link>http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/comment-page-1/#comment-116</link>
		<dc:creator>Henny</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 16:44:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/#comment-116</guid>
		<description>Mas Agus, pertama saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya dan komentar yang diberikan. Sesungguhnya nasionalisme kita tetaplah ada, jika kita mau memeliharanya...saya akan membuat tulisan sebagai tanggapan atas komentar ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Agus, pertama saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya dan komentar yang diberikan. Sesungguhnya nasionalisme kita tetaplah ada, jika kita mau memeliharanya&#8230;saya akan membuat tulisan sebagai tanggapan atas komentar ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agoesman Rz</title>
		<link>http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/comment-page-1/#comment-114</link>
		<dc:creator>agoesman Rz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 09:03:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/#comment-114</guid>
		<description>Dear Mbak Henny
Yang jadi kerisauan Saya dan mungkin jutaan orang lainnya... bagaimana mengembelakikan rasa nasionalisme yang tampak sudah terkikis... diluar sana.. bangsa ini begitu direndahkan oleh bangsa lainnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Mbak Henny<br />
Yang jadi kerisauan Saya dan mungkin jutaan orang lainnya&#8230; bagaimana mengembelakikan rasa nasionalisme yang tampak sudah terkikis&#8230; diluar sana.. bangsa ini begitu direndahkan oleh bangsa lainnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Femi</title>
		<link>http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/comment-page-1/#comment-98</link>
		<dc:creator>Femi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 01:43:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.withhenny.com/2009/06/aku-orang-indonesia/#comment-98</guid>
		<description>Waktu kecil saya suka sekali ngendon di toko buku saat menemani Mama belanja.  Saya pasti ke rak yang mendisplay cerita-cerita rakyat yang buat saya bagus-bagus kala itu.  Memang dari segi kemasan tidak lebih bagus daripada buku-buku komik pengarang dari luar, tetapi tentu saja itu yang mudah saya baca, mengingat saya juga belum lancar bahasa Inggris waktu SD kelas 1 hehehehe...

Saya sih merasa banyak pihak yang berkepentingan dalam melestarikan kebudayaan juga belum maksimal untuk mencoba melestarikannya.  Ya upaya itu ada tetapi kelihatannya setengah-setengah.  Coba lihat bagaimana mudahnya kita sekarang memperoleh komik dan cerita dongeng dari negara lain dibandingkan dari Indonesia, kalaupun ada kemasannya tidak seapik yang lain sehingga tidak menumbuhkan minat dan inisiatif secara massal (kecuali Mbak Henny yang berinisiatif sendiri).

Mungkin kebudayaan kita harus mengglobal dulu baru masyarakatnya sendiri bangga akan kebudayaannya sendiri.  Selama hanya berkutat di lokal terus mungkin masyarakat akan gengsi untuk ingin melestarikannya.  Sementara jika kita melihat tarian kita ada di luar negeri yang ada rasa bangga dan mengklaim sebagai punya kita tetapi mungkin itu juga akibat kesalahan sendiri yang tidak menghargai sehingga dicaplok dan dihargai oleh orang lain.  Akibat ada kasus seperti ini barulah kita kebakaran jenggot melihat kebudayaan kita yang bagus itu ternyata sudah mengglobal, yang tersisa kebanggaan tetapi tidak dapat memiliki, mudah-mudahan tidak terlambat untuk disadari ya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu kecil saya suka sekali ngendon di toko buku saat menemani Mama belanja.  Saya pasti ke rak yang mendisplay cerita-cerita rakyat yang buat saya bagus-bagus kala itu.  Memang dari segi kemasan tidak lebih bagus daripada buku-buku komik pengarang dari luar, tetapi tentu saja itu yang mudah saya baca, mengingat saya juga belum lancar bahasa Inggris waktu SD kelas 1 hehehehe&#8230;</p>
<p>Saya sih merasa banyak pihak yang berkepentingan dalam melestarikan kebudayaan juga belum maksimal untuk mencoba melestarikannya.  Ya upaya itu ada tetapi kelihatannya setengah-setengah.  Coba lihat bagaimana mudahnya kita sekarang memperoleh komik dan cerita dongeng dari negara lain dibandingkan dari Indonesia, kalaupun ada kemasannya tidak seapik yang lain sehingga tidak menumbuhkan minat dan inisiatif secara massal (kecuali Mbak Henny yang berinisiatif sendiri).</p>
<p>Mungkin kebudayaan kita harus mengglobal dulu baru masyarakatnya sendiri bangga akan kebudayaannya sendiri.  Selama hanya berkutat di lokal terus mungkin masyarakat akan gengsi untuk ingin melestarikannya.  Sementara jika kita melihat tarian kita ada di luar negeri yang ada rasa bangga dan mengklaim sebagai punya kita tetapi mungkin itu juga akibat kesalahan sendiri yang tidak menghargai sehingga dicaplok dan dihargai oleh orang lain.  Akibat ada kasus seperti ini barulah kita kebakaran jenggot melihat kebudayaan kita yang bagus itu ternyata sudah mengglobal, yang tersisa kebanggaan tetapi tidak dapat memiliki, mudah-mudahan tidak terlambat untuk disadari ya <img src='http://www.withhenny.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

