3 Responses to “Pemikiran Kartini dan Kodrat Perempuan”

Comments

Read below or add a comment...

  1. Hello Mbak Henny,

    Great Mbak. Hanya tampaknya ada 2 penulisan tanda baca yg perlu diperbaiki di alinea 2, yaitu spasi stlh tanda tanya dan penghilangan tanda koma setelah tanda tanya sebelum tanda penutup di kalimat langsung.

    Salam dr PA

  2. Perempuan saat ini memang sudah tidak seperti jaman feodal dulu. Lebih banyak memiliki kebebasan, lebih mandiri dan bisa berkarya dalam berbagai bidang bahkan bidang-bidang yang dulu didominasi kaum pria.
    Kalau bicara tentang kodrat, seharusnya hal itu tidak menjadi batasan. Ketika pembahasan “kodrat” adalah seperti yang Anda tuliskan. Namun dalam budaya timur, kodrat tidaklah laterlek seperti itu, namun sudah membaur dengan budaya dan filsafat.
    Secara jujur sih, saya memang belum pernah baca buku tentang Kartini, itu sebabnya teman saya bilang, saya adalah “Kartono”. Tapi sebagai seorang wanita, saya ingin tidak menitik beratkan pada feminisme yang mengarah pada kesetaraan dengan pria saja. Tapi sebuah peran penting wanita, yaitu menjadi rekan yang sepadan bagi pria.

  3. Ada yg kelewat Mbak Henny, …
    Kata ‘Dan’ sebaiknya tidak diletakkan di awal kalimat.

    Have great weekend.

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.