Riau Negeri Lancang Kuning

Lancang Kuning, Lancang Kuning
Berlayar malam hai … Berlayar Malam
Haluan menuju … Haluan menuju ke laut dalam…
Pernah mendengar nyanyian tua itu…, ya itu adalah sepotong bait lagu rakyat Riau. Bagi kita yang bukan rakyat Riau dengan lancar bisa mengucapkan Lancang Kuning, tapi ternyata tidak untuk masyarakat Riau. Kenapa, karena Lancang Kuning merupakan sebuah kata yang bertuah, artinya tidak semua orang yang membuat kapal dan mencat dengan warna kuning akan menuai berkat atau rejeki. Pernah ada seorang nelayan yang membuat perahu berwarna kuning, apa yang terjadi…hujan sepanjang minggu tidak berhenti.
Sebenarnya saya tidak berniat menceritakan tentang Lancang Kuning tapi memang perjalanan kali ini menuju Negeri Lancang Kuning. Meskipun hanya satu hari namun perjalanan ini cukup berkesan, terutama bertemu orang-orang Melayu yang jika berbicara selalu diakhiri dengan sebaik pantun.
Kerajinan Melayu dengan tenun songketnya juga tak kalah indahnya dengan ukiran batik tanah Jawa atau ukiran kayu Jepara. Motif ukiran ada 31 jenis dan masing-masing mempunyai nama diantaranya bunga melati, bunga cengkeh bersusun, wajik bersusun, dll. Dan mereka juga sudah mempunyai kain bermotif Melayu dengan teknik pembuatan seperti membuat batik, jadi kita sudah punya batik Riau. Hal lain yang menarik adalah mesjid di kantor Gubernur Riau kubahnya dibangun mirip dengan kubah gereja ortodoks di Rusia.
Demikian kesan kunjungan saya ke Negeri Lancang Kuning.
Lancang Kuning, Lancang Kuning
Berlayar malam hai … berlayar malam….
Powered by Qumana








