Memaknai Hidup
Hari pertama kerja setelah liburan Idul Fitri jalan di Jakarta masih belum padat dan kegiatan di kantor belum produktif, sebagian besar waktu dipergunakan untuk bersilatu-rahmi dan saling bertukar informasi seputar kegiatan mudik. Setelah itu saya memutuskan pulang lebih awal untuk melakuka beberapa hal diantaranya merapikan potongan rambut saya yang sudah terlihat berantakan dan membeli beberapa kebutuhan dapur.
Sepanjang sore saya membaca beberapa buku yang telah saya program untuk saya baca. Menjelang malam saya menerima telepon dari seorang teman, kami sudah lama tidak saling “contact” hampir 6 bulan. Banyak hal yang kami bicarakan, namun satu hal yang membuat saya terkesan, sebelum hubungan telepon berakhir teman saya ingin berdoa untuk saya.
Pokok-pokok doa yang disampaikan sungguh membuat saya kuat, isinya sangat beragam baik itu motivasi, teguran, dukungan, harapan, peringatan, dan berkat. Sungguh saya bersyukur bahwa Tuhan memberi dan mengijinkan saya mempunyai seorang teman seperti dia.
Sebuah kalimat bijak yang sering saya dengar “Besi menajamkan besi, Manusia menajamkan sesamanya” (Amsal 27:17) sangat nyata saya rasakan selama kami ngobrol di telepon, dan saya memaknai pertemuan kami dengan sesuatu yang indah dan bernilai. Hingga saya menuliskan hal ini, makna yang saya rasakan masih bergema di hati. Sungguh indah jika setiap manusia ketika bertemu manusia yang lain menemukan makna dalam setiap pertemuan yang terjadi.
Saya percaya bahwa apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan ketika bertemu dengan orang lain entah itu kawan, lawan atau mungkin hanya sekedar bertemu orang di jalan mempunyai makna untuk kehidupan pribadi masing-masing.Pertanyaannya adalah, apakah kita mau memberikan makna dalam setiap langkah hidup kita, apakah kita mau membangkitkan kepekaan di dalam hati kita……Terima kasih untuk PETRUS temanku, aku lebih suka memanggilnya “BO BO HO”
Powered by Qumana









Cerita ini sederhana tapi sangat menyentuh..Banyak peristiwa terjadi setiap hari tapi berlalunya begitu saja. Peristiwa itu tidak meninggalkan jejak apapun dalam hidup kita. Soalnya, kita tak pernah berpikir untuk memberinya sebuah makna (tentunya makna positif ) dalam setiap peristiwa yang terjadi. Tulisan ini bisa memberikan kita inspirasi.Thanks and keep on fire, jeng.
Terima kasih bung Sahala…senang mempunyai sahabat seperti anda, terlebih lagi terima kasih jika tulisan saya juga memberi inspirasi….