Cerita Legenda Bagian Dari Budaya
Saya sangat bersyukur, sejak kecil kedua orangtua dan eyang mulai memperkenalkan saya dengan budaya literatur, selalu sebelum tidur saya mendengar sebuah dongeng. Dan nakalnya, saya selalu tertidur sesudah mendengarkan 3-4 cerita, seingat saya ketika mendengarkan ibu atau eyang putri mulai mendongeng, pikiran saya melayang membayangkan si tokoh atau suasananya sehingga pikiran saya berjalan….. ya kalau sudah pikiran bekerja mana bisa tidur toh…
Satu hal yang berkesan, eyang putri saya selalu mengakhiri ceritanya yang ke sekian…. dan dilihatnya mata saya masih ‘mlolo’ (masih terbuka lebar dan tidak ada tanda-tanda kantuk), eyang putri mengakhiri dengan …”akhirnya si anu (tokoh utama cerita) pergi ke pasar membeli sebuah saputangan lalu mengikat ke empat sudutnya, sehingga menjadi tumpul” itu artinya bahwa mau tidak mau saya harus memejamkan mata untuk tidur.
Kebiasaan yang ditanamkan itu plus orang-orang dewasa di sekitar saya selalu memberikan saya buku bacaan membuat daya khayal saya berkembang dengan baik, dan kini saya sadari bahwa buku bacaan yang sangat saya minati bertema legenda ata u hikayat baik itu dari cerita nusantara maupun mancanegara. Saya ingat, salah seorang adik ibu saya membelikan setumpuk buku legenda cerita rakyat Indonesia yang waktu itu hanya diterbitkan oleh satu penerbit, secara berkala penerbit itu mengeluarkan buku cerita legenda, sehingga perlahan-lahan saya mempunyai koleksi buku legenda, saya juga mempunyai koleksi H.C Andersen, komik wayang karya RA Kosasih, dan masih banyak lagi.
Untuk mengenang kebaikan orang-orang yang sudah menanamkan budaya literatur itu, dan terlebih saya ingin menyumbangkan kenangan saya, nilai-nilai atau pesan moral apa yang saya dapat dari setiap cerita rakyat, saya akan menuliskan cerita legenda nusantara yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai nara sumber baik virtual maupun non-virtual. Semoga media ini bisa membantu para orangtua muda untuk juga memulai menanamkan budaya literatur terutama budaya yang berakar dari Indonesia, sehingga kelak teruna-teruna bangsa ini dapat berpijak dan berdiri tegak mengakar pada budayanya.
Semoga bermanfaat.
Powered by Qumana





