Seorang Teman Baik…
Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.
Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.
Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.
Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orangtua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar.
Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat seperti apapun, menyakinkan kita kalau kita ada lulus ujian sidang sarjana kita.
Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolon kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi… menerima diri kita apa adanya…
sumber: tidak diketahui






seorang teman baik adalah…. hem… dirimu bisa kukatakan teman baikku.. bukan karena apa yang bisa kamu berikan padaku, tapi karena aku mau kamu jadi teman baikku. He..he..he.. teman.. kurasa itu sebuah kata yang sudah menurun bobotnya dalam perbendaharaan bahasa Indonesia. My dear friend… kayaknya kedengeran dalem khan.. tapi klo di Indonesia-kan sedikit aneh… he…he…he… bagiku teman itu adalah orang dalam ruang khusus di hatiku, dan dirimu sudah memiliki kavling disana.. berbahagialah.. apapun diriku bagimu, dirimu adalah temanku, dan banyak hal lainnya bagiku (???) he..he..he..
thank’s ya VJ sering-sering ngunjungi blog ini ya…
A friend in need is a friend indeed.
That’s what friend are for
kamu TTM ku..eits..mksdku teman tengah malam..
coz sering OL bareng malam2 hingga tengah malam..hehe
waduh…ito satu ini memang selalu kontraversi… thank’s ya udah nyempetin ke blog ini
” Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolon kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi… menerima diri kita apa adanya…”
ini kutipan tulisanmu di paragraf terakhir, WOW “inspiring” bangettt…., what a wonderful world without friend like that? I wish I have one…
hi…ryumien tks ya udah kasih komen
syukurlah kalau tulisan di blog ini memberikan inspirasi or somekind like that…. dan puji syukur pada TUHAN, gue diijinkan mendapatkan seorang teman seperti itu…
Definisi yg bagus banget…
kalau mba ada facebook, boleh gabung di grup REALation, disitu sering dibahas mengenai relationship, dan pernah dibahas tentang arti sahabat..
menurut mba sendiri, apa bedanya teman baik dengan sahabat mba?..
halo ressa, dah lama ya kita ngga kontak2. hm…sebenarnya saya punya account facebook cuma saya masih malas untuk mempelajari lebih dalam ttg facebook.
Teman Baik dan Sahabat menurut saya sih sama ya…mungkin Teman Baik biasanya merupakan terjemahan dari kata Best Friend, sedangkan Sahabat mungkin adalah perluasan atau saduran dari bahasa arab atau sansekerta dari kata Teman dalam bahasa Indonesia.