Delivery from Heaven…
Setiap aku mendengar berita tentang kelahiran seorang anak, selalu dibarengi dengan pemikiran, ….”bagaimana anak itu akan menjalani hari-harinya…, 1 minggu pertama…. 1 bulan pertama…. 1 tahun pertama….. dst”
Aku selalu menyakini bahwa kehadiran seorang anak, sudah pasti atas ijin TUHAN dan kalau yang namanya dari TUHAN pasti dong… from HEAVEN …. (ngga peduli penyebab lahirnya karena MBA atau orangtuanya ‘down payment’ dulu, atau suatu kelahiran yang sudah ditunggu dalam kurun waktu yang lama dan mengeluarkan banyak biaya alias BAYI TABUNG); Dan aku juga menyakini bahwa dia lahir dengan bekal potensi, bakat, talenta yang dari HEAVEN…. meskipun lahir dalam kondisi ‘able’ atau ‘disable’Yang tidak aku yakini adalah apakah setelah anak itu lahir, apakah kedua orangtuanya “smart enough” untuk mengasuh dan mendidiknya….., apakah lingkungan kecilnya (kakek/nenek, om/tante, kakak) “smart enough” untuk memberikan “ruang” untuk dia bertumbuh dan berkembang sebagaimana dia apa adanya (able atau disable)…….Cuma ada satu kata dalam pikiranku “survive”Ya.. menurutku apapun yang dilakukan orangtua, lingkungan, semuanya bertujuan agar anak tersebut dapat ’survive’ dalam kehidupan yang dijalaninya ke depan…Welcome to the Jungle….little buddy!
Powered by Qumana





